
Jakarta (ANTARA) – Rambut sering dianggap hanya perlu dirawat dengan sampo dan conditioner. Padahal, kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari juga bisa memengaruhi kondisi rambut. Tanpa disadari, cara mengeringkan rambut, menyisir, hingga kebiasaan mengikat rambut terlalu kencang dapat membuat rambut lebih mudah rusak.
American Academy of Dermatology (AAD) menyebutkan bahwa rambut yang mengalami kerusakan cenderung lebih rapuh sehingga mudah patah. Jika kebiasaan yang merusak rambut terus dilakukan, rambut juga bisa terlihat semakin menipis.
Lantas, apa saja kebiasaan sehari-hari yang sebaiknya mulai diperhatikan?
Baca juga: Ini cara mengurai rambut kusut agar tidak mudah rusak
Baca juga: Ingin rambut sehat dan lebat? ini nutrisi yang perlu dipenuhi
1. Menggosok rambut terlalu keras saat keramas
Keramas memang penting untuk membersihkan kulit kepala dari minyak, kotoran, dan sisa produk. Namun, menggosok sampo secara agresif hingga ke seluruh batang rambut justru dapat meningkatkan risiko kerusakan.
AAD menyarankan agar sampo dipijat dengan lembut pada kulit kepala. Saat dibilas, biarkan busa mengalir melalui panjang rambut tanpa perlu menggosok batang rambut secara berlebihan.
2. Mengeringkan rambut dengan cara digosok menggunakan handuk
Kebiasaan menggosok rambut menggunakan handuk setelah mandi mungkin terasa praktis. Sayangnya, gesekan tersebut dapat membuat rambut lebih mudah rusak.
Alih-alih menggosok, rambut yang basah sebaiknya dibungkus atau ditekan perlahan menggunakan handuk untuk menyerap air. Membiarkannya mengering secara alami juga bisa menjadi pilihan.
3. Terlalu sering menggunakan alat styling panas
Hair dryer, catokan, dan alat pengeriting memang bisa membantu membuat rambut lebih mudah ditata. Namun, paparan panas berlebihan dapat merusak rambut.
AAD menyarankan penggunaan alat panas secara lebih jarang dan memilih pengaturan suhu rendah atau sedang. Jika memungkinkan, biarkan rambut mengering secara alami sebelum ditata.
4. Menyisir rambut secara kasar
Rambut yang kusut sering membuat seseorang refleks menarik sisir agar cepat rapi. Padahal, menarik atau menyisir rambut dengan kasar dapat menyebabkan rambut patah.
Rambut juga berada dalam kondisi lebih rentan ketika basah. Untuk mengurainya, gunakan sisir bergigi jarang dan lakukan secara perlahan. Pada rambut lurus, AAD menyarankan membiarkannya sedikit mengering sebelum disisir. Sementara pada rambut bertekstur atau keriting, rambut dapat disisir ketika masih lembap menggunakan sisir bergigi jarang.
Baca juga: Tips merawat rambut yang diwarnai
5. Terlalu sering mengikat rambut dengan kencang
Ponytail atau cepol yang terlalu kencang memang praktis, terutama ketika sedang beraktivitas. Namun, jika dilakukan terus-menerus, tarikan pada rambut dapat menyebabkan kerusakan dan bahkan jenis kerontokan yang disebut traction alopecia.
Karena itu, sesekali biarkan rambut terurai atau gunakan gaya rambut yang tidak memberikan terlalu banyak tekanan pada akar rambut.
6. Terlalu sering melakukan pewarnaan atau proses kimia
Mewarnai, meluruskan, mengeriting, atau melakukan proses kimia lainnya dapat mengubah struktur rambut. Jika dilakukan terlalu sering, rambut bisa menjadi lebih kering dan rapuh.
AAD menyarankan memberi jeda lebih panjang di antara perawatan kimia dan menggunakan conditioner setelah keramas untuk membantu menjaga kondisi rambut.
7. Tidur ketika rambut masih basah
Setelah hari yang panjang, rasanya memang ingin langsung tidur setelah mandi tanpa menunggu rambut benar-benar kering. Namun, rambut yang masih basah lebih rentan mengalami kerusakan karena lebih mudah meregang dan patah.
Cleveland Clinic menjelaskan bahwa gesekan rambut basah dengan bantal dapat meningkatkan risiko rambut patah. Karena itu, sebisa mungkin biarkan rambut mengering terlebih dahulu sebelum tidur.
8. Terlalu sering menyisir rambut
Anggapan bahwa rambut harus disisir sampai 100 kali sehari agar terlihat sehat ternyata tidak benar. Menyisir terlalu sering justru dapat meningkatkan gesekan dan menyebabkan ujung rambut bercabang atau rambut patah.
AAD menyarankan menyisir secukupnya untuk menata rambut dan menghindari gerakan menarik atau menjambak ketika menemukan bagian yang kusut.
9. Mengabaikan conditioner
Sebagian orang mungkin melewatkan conditioner karena ingin rutinitas keramas lebih cepat. Padahal, conditioner membantu melembapkan dan mengurai rambut sehingga lebih mudah diatur.
Penggunaan conditioner setelah keramas dapat membantu mengurangi rambut kusut dan membuat proses menyisir menjadi lebih mudah. Jenis dan cara penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan karakter rambut masing-masing.
Mulai dari kebiasaan kecil
Menjaga kesehatan rambut tidak selalu membutuhkan rutinitas yang rumit. Justru, mengurangi kebiasaan yang berpotensi merusak rambut bisa menjadi langkah awal yang sederhana.
Mulai dari keramas dengan lembut, tidak menggosok rambut menggunakan handuk, mengurangi penggunaan alat panas, menyisir secara perlahan, serta menghindari gaya rambut yang terlalu kencang.
Perlu diingat, rambut patah akibat perawatan berbeda dengan kerontokan yang berasal dari kondisi di dalam tubuh atau masalah pada folikel rambut. Jika rambut terus menipis, kerontokan terasa jauh lebih banyak dari biasanya, atau muncul area kepala yang semakin jarang, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit untuk mengetahui penyebabnya.
Baca juga: Kiat memilih kondisioner untuk rambut kering dan rusak
Baca juga: Alasan rasa cemas dan stres perburuk kondisi kulit dan rambut
Baca juga: Panduan keramas yang benar agar rambut tetap bersih dan tidak rusak
Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
