
Jakarta (ANTARA) – Benjolan di ketiak yang terasa sakit saat ditekan dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari pembengkakan kelenjar getah bening akibat infeksi hingga masalah pada kulit. Sebagian besar tidak berkaitan dengan kanker, tetapi benjolan yang menetap perlu diperiksa.
Ketiak memiliki kelenjar getah bening yang berfungsi menyaring cairan limfa dan membantu tubuh melawan infeksi. Ketika tubuh sedang menghadapi infeksi, kelenjar tersebut dapat membesar dan terasa lunak atau nyeri ketika disentuh.
Berikut sejumlah penyebab benjolan di ketiak yang terasa sakit saat ditekan:
Baca juga: Cara mengatasi bisul dan mencegahnya agar tak kambuh lagi
Baca juga: Cara mendiagnosis bisul dan kapan harus segera ke dokter?
1. Pembengkakan kelenjar getah bening
Infeksi virus atau bakteri merupakan salah satu penyebab paling umum pembengkakan kelenjar getah bening. Benjolan biasanya terasa lunak atau nyeri dan dapat muncul bersamaan dengan gejala seperti demam, batuk atau sakit tenggorokan.
Jika pembengkakan disebabkan infeksi, benjolan umumnya dapat mengecil setelah kondisi yang mendasarinya membaik.
2. Bisul atau abses
Benjolan yang terasa nyeri, kulit di sekitarnya kemerahan dan terasa hangat dapat merupakan abses atau kumpulan nanah di bawah kulit. Kondisi ini dapat disertai demam dan membutuhkan penanganan medis jika semakin besar atau nyeri.
Jangan memencet atau menusuk benjolan sendiri karena dapat memperburuk peradangan dan meningkatkan risiko infeksi.
3. Hidradenitis suppurativa
Hidradenitis suppurativa merupakan penyakit kulit kronis yang dapat menyebabkan benjolan nyeri di area ketiak. Benjolan dapat berulang, pecah dan mengeluarkan nanah, serta meninggalkan jaringan parut.
Kondisi ini berkaitan dengan peradangan di sekitar folikel rambut dan bukan akibat kurang menjaga kebersihan tubuh.
Baca juga: Ahli bagikan cara mengenali tanda bahaya benjolan di bawah kulit
4. Kista atau lipoma
Benjolan di bawah kulit juga dapat berupa kista atau lipoma. Kista merupakan kantung yang dapat berisi cairan atau material lain, sedangkan lipoma merupakan pertumbuhan jaringan lemak yang umumnya lunak dan dapat digerakkan.
Keduanya biasanya bersifat jinak, tetapi pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan penyebab benjolan, terutama jika bentuk atau ukurannya berubah.
5. Perubahan pada payudara
Benjolan di ketiak juga perlu diperhatikan karena kelenjar getah bening di area tersebut menerima aliran limfa dari payudara dan daerah sekitarnya. Benjolan di bawah lengan dapat menjadi salah satu perubahan yang perlu diperiksa, terutama jika disertai benjolan pada payudara atau perubahan pada puting.
Namun, keberadaan benjolan di ketiak tidak otomatis berarti kanker. Banyak kondisi jinak dan infeksi yang juga dapat menyebabkan benjolan tersebut.
Cara mengobati benjolan di ketiak
Penanganannya bergantung pada penyebab. Jika benjolan merupakan pembengkakan kelenjar getah bening akibat infeksi ringan, kondisi tersebut dapat membaik setelah infeksi teratasi. Istirahat dan mencukupi kebutuhan cairan dapat membantu selama proses pemulihan.
Untuk benjolan akibat masalah kulit seperti hidradenitis suppurativa, dokter dapat memberikan obat tertentu, termasuk antibiotik pada kondisi yang membutuhkan. Kasus yang berat atau terus berulang terkadang memerlukan tindakan pembedahan.
Sementara itu, benjolan yang ternyata merupakan abses dapat membutuhkan tindakan medis untuk mengeluarkan nanah. Antibiotik juga dapat diberikan jika terdapat infeksi bakteri sesuai penilaian dokter.
Kapan harus diperiksa dokter?
Benjolan di ketiak sebaiknya diperiksakan jika tidak kunjung mengecil, semakin besar, terus terasa sakit, atau muncul berulang. NHS menyarankan pemeriksaan jika benjolan masih ada setelah dua minggu.
Pemeriksaan juga penting jika benjolan disertai demam berkepanjangan, keringat malam, penurunan berat badan tanpa sebab jelas, perubahan pada payudara, atau benjolan terasa keras dan menetap.
Dengan demikian, benjolan di ketiak yang sakit ketika ditekan lebih sering berkaitan dengan infeksi atau peradangan daripada kanker, tetapi penyebabnya tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan rasa sakit atau bentuk benjolan. Pemeriksaan langsung oleh tenaga kesehatan diperlukan jika benjolan menetap atau disertai gejala lain.
Baca juga: Benjolan hilang-timbul di lipat paha anak bisa jadi ciri hernia
Baca juga: Dampak tak hapus maskara sebelum tidur pada mata
Baca juga: Jangan salah mengira, benjolan di leher bisa jadi bukan sekadar Flu
Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
