Stres tak selalu buruk, ini 4 manfaatnya bagi kesehatan

Jakarta (ANTARA) – Stres biasanya dianggap sebagai hal yang buruk, padahal faktanya tidak selalu begitu. Memang akan sulit untuk melihat sisi positifnya saat seseorang sedang tertekan. Namun, yang jarang disadari oleh orang-orang ternyata stres juga bisa mendatangkan manfaat.

Bagaimana bisa stres memberikan manfaat?

Tubuh memiliki respon alami saat sedang menghadapi ancaman, yaitu bersiap melawan atau menghindarinya. Respon ini membantu tubuh melindungi diri dari bahaya. Nah, di kondisi tertentu stres justru bisa membuat kita lebih fokus dan siap menghadapi tantangan.

Stres sendiri dibagi menjadi dua kategori, yaitu stres baik dan stres buruk. Stres baik atau eustress bisa membuat seseorang lebih termotivasi. Biasanya, stres jenis ini terjadi saat seseorang sedang bersemangat. Misalnya, saat menaiki roller coaster atau ada ujian penting.

Apa saja manfaat stres?

Stres dalam kadar yang ringan bisa membantu seseorang untuk menghadapi situasi yang penuh tekanan. Bukan hanya itu saja, stres ringan juga dapat membantu seseorang lebih produktif dan fokus. Berikut adalah beberapa manfaat dari stres.

Meningkatkan fungsi kognitif

Saat mengalami stres ringan, tubuh biasanya merasa gugup dan sedikit tertekan. Menariknya, ternyata kondisi bisa membantu meningkatkan kinerja otak.

Stres ringan dapat merangsang produksi zat kimia otak bernama neurotropin yang membantu memperkuat hubungan antarsel saraf. Efeknya bisa meningkatkan daya ingat dan konsentrasi yang membuat seseorang bekerja lebih produktif.

Penelitian juga menemukan bahwa stres dalam waktu singkat bisa membantu seseorang untuk mengingat informasi, misalnya ketika sedang menghadapi ujian.

Baca juga: Sering stres di tempat kerja? Coba 6 cara mengatasinya

Memperkuat daya tahan tubuh

Stres bukan hanya bisa meningkatkan fungsi kognitif saja, tetapi juga dapat membantu melindungi tubuh dari infeksi. Stres dengan kadar sedang bisa mendorong produksi zat kimia yang disebut interleukin yang fungsinya untuk melindungi tubuh dari penyakit.

Contohnya, ketika virus penyebab pilek sedang menyebar, stres ringan justru bisa meningkatkan daya tahan tubuh yang membuat kita terhindar dari penyakit tersebut. Berbeda halnya jika sedang mengalami stres berat, tubuh justru akan lebih rentan terkena penyakit.

Melatih diri menghadapi situasi sulit

Ketika pertama kali mendapat masalah, mungkin kita akan bingung harus melakukan apa. Namun, semakin sering berhasil melewati masalah bisa mempermudah kita untuk menghadapi situasi yang mirip di kemudian hari.

Pengalaman menghadapi stres bisa membantu seseorang menyikapi masalah dengan lebih baik. Pernah mengalami situasi yang mirip membuat seseorang mengetahui apa yang harus dilakukan dan dapat menangani situasi tersebut dengan lebih tenang.

Mendukung perkembangan bayi

Tingkat stres yang tinggi memang bisa memberikan dampak negatif bagi bayi dan ibunya, tetapi stres yang ringan tidak selalu membahayakan bayi. Pada tingkat tertentu, stres ringan sampai sedang justru bisa mendukung perkembangan bayi.

Ada penelitian yang menemukan bahwa bayi yang lahir dengan stres ringan saat kehamilan menunjukkan kemampuan perkembangan awal yang lebih baik saat berusia dua tahun dibandingkan bayi dari ibu yang tidak mengalami stres, demikian mengutip Healthline dan beberapa sumber lain.

Baca juga: Pola makan dan gaya hidup bantu mengatasi stres

Baca juga: Atasi masalah lambung dengan konsultasi ke ahli hingga ubah pola hidup

Pewarta: Raissa Kusuma Hapsari
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.