loading…
Anggota DPRD Ngada dari Partai Perindo Syrilus Pati Wuli saat menerima DPC GMNI Ngada menegaskan komitmen untuk membuka ruang dialog dengan masyarakat. Foto/Ist
Dalam pertemuan tersebut, para mahasiswa menyampaikan enam poin sikap kritis. Mereka menuntut agar DPR mengutamakan aspirasi rakyat dan membuka ruang dialog atas tuntutan kenaikan tunjangan fantastik DPR yang menyakiti hati rakyat.
Kemudian, GMNI mendesak dibatalkannya kenaikan tunjangan DPR, menuntut segera disahkan UU Perampasan Aset dan menganulir surat sekretariat jendral DPR RI No.B/733/01/09/2024 tentang tunjangan perumahan DPR RI.
