
Jakarta (ANTARA) – Biasanya orang-orang akan mengonsumsi teh kamomil untuk membantu mereka tidur lebih cepat. Namun, ternyata ada alternatif lain yang lebih mudah ditemukan dan praktis untuk konsumsi, yaitu pisang.
Pisang termasuk salah satu makanan yang bisa membuat tidur menjadi lebih berkualitas. Kandungan nutrisi pada pisang, seperti magnesium dan vitamin B6 mampu membuat tubuh lebih rileks dan mendatangkan rasa kantuk.
Berikut adalah beberapa kandungan pada pisang yang membuat tidur lebih nyenyak:
Triptofan
Pisang mengandung triptofan yang merupakan bahan untuk membentuk protein. Otak menggunakan zat ini untuk menciptakan hormon serotonin dan melatonin. Kedua hormon tersebut berfungsi untuk membantu tubuh lebih rileks dan mengatur siklus tidur.
Sejumlah penelitian menemukan bahwa triptofan dari makanan bisa membuat seseorang lebih mudah tidur dan mendapatkan kualitas tidur lebih baik. Pilihlah pisang yang sudah matang dan berwarna kuning karena mengandung triptofan paling tinggi.
Baca juga: Cara membuat air beras yang mudah untuk perawatan wajah dan rambut
Magnesium
Mengutip Healthline, magnesium bisa mengontrol ritme sirkadian tetap stabil. Ritme sirkadian merupakan jam biologis tubuh yang mengatur kapan seseorang merasa mengantuk dan terjaga.
Bukan hanya itu, magnesium juga bisa membuat otot dan saraf lebih rileks. Mineral ini juga dapat memproduksi melatonin yang berfungsi untuk menjaga pola tidur lebih teratur dan memperpanjang durasi tidur.
Kalium
Pisang mempunyai kadar kalium yang tinggi. Mineral elektrolit tersebut mempunyai muatan listrik yang dapat menjaga fungsi otot, jantung, serta sel-sel tubuh. Jumlah elektrolit yang tidak seimbang bisa membuat tidur terganggu.
Mengonsumsi pisang bisa memperbaiki kualitas tidur karena kandungan kalium dapat memenuhi kebutuhan elektrolit tubuh. Penelitian menemukan kalium bisa mengendurkan otot dan mencegah kram di malam hari yang bisa membuat tidur terganggu.
Baca juga: Stres tak selalu buruk, ini 4 manfaatnya bagi kesehatan
Serat
Pisang memiliki serat yang bisa mencegah seseorang terbangun karena lapar. Serat pektin yang banyak terkandung pada pisang mampu memberikan rasa kenyang lebih lama dengan memperlambat pengosongan lambung.
Menariknya, ternyata pisang yang belum matang memiliki kandungan serat yang lebih tinggi dibandingkan yang sudah matang. Serat akan berubah menjadi gula saat pisang semakin matang.
Vitamin B6
Pisang mempunyai vitamin B dan karbohidrat yang membantu mengolah triptofan. Vitamin B6 berperan mengubah triptofan menjadi serotonin atau zat kimia di otak yang mengontrol kadar melatonin di tubuh.
Melatonin sendiri adalah hormon yang mengatur jam biologis tubuh dan meningkatkan rasa kantuk. Kandungan vitamin B6 pada pisang yang cukup tinggi cukup ampuh untuk membuat tidur lebih cepat dan berkualitas.
Baca juga: Sesuaikan suhu air yang diminum sesuai dengan kebutuhan
Kapan waktu terbaik makan pisang sebelum tidur?
Pisang sebaiknya dikonsumsi sekitar satu hingga dua jam sebelum tidur. Jeda waktu ini diperlukan agar tubuh mempunyai kesempatan untuk mencerna dan menyerap nutrisi pisang. Mengonsumsi pisang yang kaya triptofan mampu mengurangi gejala insomnia.
Hindari mengonsumsi pisang tepat sebelum tidur. Hal ini kurang efektif membuat tidur lebih nyenyak karena triptofan tidak langsung memberikan efek ngantuk. Tubuh memerlukan waktu untuk mengolah zat tersebut.
Baca juga: Benarkah main game bisa tingkatkan kemampuan berpikir? Ini faktanya
Baca juga: Manfaat biji delima bagi daya tahan tubuh
Pewarta: Raissa Kusuma Hapsari
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
