
Jakarta (ANTARA) – Saat anak sakit, orang tua biasanya ingin melakukan apa saja agar kondisinya cepat membaik. Salah satu situasi yang cukup sering membuat bingung adalah ketika waktu minum obat sudah tiba, tetapi anak justru sedang tidur pulas.
Haruskah anak dibangunkan untuk minum obat atau sebaiknya dibiarkan tidur?
Jawabannya bergantung pada jenis obat, alasan pemberian obat, serta kondisi anak. Tidak semua obat harus diberikan dengan cara yang sama.
Kalau obat untuk demam, tidak selalu perlu dibangunkan
Untuk obat penurun demam seperti parasetamol atau ibuprofen, anak umumnya tidak perlu dibangunkan hanya karena jadwal obat tiba ketika sedang tidur.
Obat penurun demam pada dasarnya diberikan untuk membantu anak merasa lebih nyaman ketika demam membuatnya rewel, kesakitan atau tidak nyaman. Obat tersebut bukan untuk menghilangkan penyebab infeksi. Seattle Children’s bahkan secara khusus menyarankan agar anak tidak dibangunkan hanya untuk memberikan obat demam.
Baca juga: Studi: Pola Tidur Konsisten Kurangi Risiko Obesitas Anak Laki-Laki
Artinya, jika anak sedang tidur dengan nyaman, bernapas normal dan masih dapat dibangunkan ketika diperiksa, orang tua dapat membiarkannya beristirahat. Tidur yang cukup juga penting selama anak dalam proses pemulihan.
Meski begitu, orang tua tetap perlu memantau kondisi anak secara berkala, termasuk pada malam hari. NHS menyarankan orang tua memeriksa anak yang sedang demam pada malam hari untuk memastikan kondisinya tidak memburuk.
Jangan asal mengejar jadwal obat
Hal yang tidak kalah penting adalah jangan memberikan obat lebih sering atau menggandakan dosis hanya karena dosis sebelumnya terlewat saat anak tidur.
Dosis obat untuk anak perlu disesuaikan dengan usia, berat badan, jenis obat dan petunjuk pada kemasan atau resep dokter. American Academy of Pediatrics juga mengingatkan orang tua untuk menggunakan dosis berdasarkan berat badan dan alat ukur yang sesuai ketika memberikan obat kepada anak.
Karena itu, jika anak tertidur ketika waktunya minum obat, sebaiknya jangan langsung memberikan dosis tambahan. Periksa kembali aturan penggunaan obat atau tanyakan kepada dokter maupun apoteker mengenai apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat.
Baca juga: Pentingnya atur jam tidur dan berat badan bagi hormon anak
Bagaimana dengan obat yang diresepkan dokter?
Nah, bagian ini berbeda.
Tidak semua obat diberikan hanya untuk membuat anak merasa lebih nyaman. Ada obat tertentu yang memang harus dikonsumsi berdasarkan jadwal yang telah ditentukan dokter.
Karena aturan setiap obat bisa berbeda, orang tua sebaiknya tidak mengambil keputusan sendiri untuk melewatkan atau mengubah jadwal obat resep. Jika anak sedang tidur ketika jadwal obat tiba, perhatikan instruksi pada resep dan tanyakan kepada dokter atau apoteker jika tidak yakin apakah anak perlu dibangunkan.
Terutama jika obat tersebut diberikan untuk kondisi tertentu dan memiliki jadwal pemberian yang ketat, perubahan waktu minum obat sebaiknya tidak dilakukan tanpa arahan tenaga kesehatan.
Lebih penting memantau kondisi anak
Saat anak sakit, orang tua sebaiknya tidak hanya berpatokan pada angka suhu tubuh atau jadwal minum obat. Kondisi anak secara keseluruhan juga perlu diperhatikan.
Pastikan anak masih bisa dibangunkan dan merespons secara normal, mendapatkan cukup cairan ketika terjaga, serta tidak menunjukkan tanda-tanda kondisi yang semakin memburuk.
Demam sendiri merupakan respons alami tubuh terhadap infeksi. Obat penurun demam terutama digunakan ketika anak merasa tidak nyaman, bukan semata-mata untuk membuat angka pada termometer kembali normal.
Baca juga: Studi: Kurang tidur semasa kecil rentan picu depresi usia remaja
Kapan anak yang tidur perlu dibangunkan atau segera diperiksa?
Tidur lebih lama dari biasanya memang bisa terjadi ketika anak sedang sakit. Namun, orang tua perlu waspada jika anak sulit dibangunkan, tidak merespons seperti biasanya, terlihat sangat lemas, mengalami kesulitan bernapas, mengalami kejang, atau menunjukkan tanda dehidrasi.
NHS menyebut anak yang sangat mengantuk dan sulit dibangunkan, mengalami kesulitan bernapas, tidak merespons seperti biasanya, atau menunjukkan perubahan warna kulit seperti kebiruan atau sangat pucat membutuhkan pertolongan medis segera.
Pada bayi berusia kurang dari tiga bulan, demam dengan suhu 38 derajat Celsius atau lebih juga memerlukan penilaian medis segera.
Jadi, membangunkan anak yang sedang tidur bukan sekadar soal “sudah waktunya minum obat atau belum”. Yang lebih penting adalah melihat jenis obat dan kondisi anak.
Jika hanya obat penurun demam dan anak sedang tidur nyaman, umumnya tidak perlu dibangunkan hanya untuk minum obat. Namun, jika obat tersebut merupakan obat resep dengan jadwal khusus, ikuti petunjuk dokter dan jangan mengubah jadwal tanpa berkonsultasi.
Pada akhirnya, tidur juga merupakan bagian penting dari proses pemulihan anak. Orang tua cukup memastikan anak tetap dipantau dan segera mencari bantuan medis jika muncul tanda bahaya.
Baca juga: IDAI bagikan kiat mengawasi anak yang sedang sleep training
Baca juga: KPAI minta orang tua atur jam tidur anak dan kurangi paparan gawai
Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
