
Jakarta (ANTARA) – Asam urat merupakan salah satu penyakit sendi yang cukup sering dialami masyarakat. Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri hebat secara tiba-tiba, disertai pembengkakan, kemerahan, dan rasa hangat pada persendian sehingga penderitanya kesulitan beraktivitas.
Meski sering disebut dalam kehidupan sehari-hari, masih banyak orang yang menganggap asam urat sama dengan rematik. Padahal, keduanya merupakan kondisi yang berbeda.
Rematik adalah istilah umum untuk berbagai penyakit yang menyebabkan nyeri dan peradangan pada sendi, otot, atau jaringan di sekitarnya. Sementara itu, asam urat atau gout merupakan salah satu jenis radang sendi (arthritis) yang terjadi akibat penumpukan kristal asam urat di dalam sendi.
Lantas, apa sebenarnya penyakit asam urat, apa penyebabnya, bagaimana gejalanya, dan bagaimana cara mencegahnya?
Apa itu asam urat?
Asam urat atau gout adalah penyakit radang sendi yang disebabkan oleh penumpukan kristal asam urat pada persendian. Kristal tersebut terbentuk ketika kadar asam urat di dalam darah terlalu tinggi sehingga mengendap di sendi dan memicu peradangan.
Kondisi ini biasanya ditandai dengan serangan nyeri yang muncul secara mendadak, disertai pembengkakan, kemerahan, dan rasa hangat pada sendi yang terkena.
Sendi yang paling sering mengalami serangan asam urat adalah jempol kaki. Namun, penyakit ini juga dapat menyerang sendi lainnya, seperti jari kaki, pergelangan kaki, lutut, siku, pergelangan tangan, hingga jari tangan.
Serangan asam urat umumnya berlangsung selama tiga hingga sepuluh hari. Gejalanya sering berkembang dengan cepat, terutama dalam beberapa jam pertama setelah serangan dimulai.
Baca juga: Cara cegah asam urat sejak dini dengan pola hidup sehat
Siapa yang lebih berisiko terkena asam urat?
Penyakit asam urat dapat menyerang siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada pria, terutama yang berusia di atas 30 tahun.
Sementara pada wanita, risiko penyakit ini cenderung meningkat setelah memasuki masa menopause. Hal ini dipengaruhi oleh perubahan hormon yang dapat memengaruhi kadar asam urat dalam tubuh.
Penyebab asam urat
Penyebab utama asam urat adalah tingginya kadar asam urat di dalam darah atau hiperurisemia. Ketika jumlah asam urat melebihi kemampuan tubuh untuk membuangnya, zat tersebut akan membentuk kristal yang kemudian mengendap di dalam sendi.
Beberapa faktor yang dapat menyebabkan kadar asam urat meningkat antara lain:
1. Konsumsi makanan tinggi purin
Makanan yang mengandung purin tinggi dapat meningkatkan produksi asam urat di dalam tubuh. Contohnya meliputi:
- Daging merah.
- Jeroan, seperti hati, paru, usus, dan ampela.
- Hidangan laut atau seafood.
2. Konsumsi minuman beralkohol dan tinggi fruktosa
Minuman beralkohol maupun minuman dengan kandungan fruktosa tinggi dapat meningkatkan pembentukan asam urat sehingga memperbesar risiko terjadinya hiperurisemia.
3. Penurunan fungsi ginjal
Ginjal berperan membuang kelebihan asam urat melalui urine. Ketika fungsi ginjal menurun, proses pembuangan menjadi tidak optimal sehingga kadar asam urat di dalam darah meningkat.
Baca juga: 6 sayuran yang perlu dibatasi bagi penderita asam urat, Apa saja?
4. Efek samping obat-obatan
Beberapa jenis obat juga dapat meningkatkan kadar asam urat, seperti:
- Diuretik.
- Aspirin dosis tertentu.
- Ciclosporin.
- Obat kemoterapi.
- Obat imunosupresan.
Gejala asam urat
Gejala penyakit asam urat dapat muncul secara tiba-tiba dan biasanya mencapai puncaknya dalam beberapa jam pertama. Berikut beberapa gejala yang umum dialami.
1. Nyeri sendi yang sangat hebat
Gejala paling khas adalah nyeri hebat pada sendi, terutama di jempol kaki. Namun, nyeri juga dapat muncul pada sendi lain, seperti pergelangan kaki, lutut, siku, pergelangan tangan, hingga jari tangan.
Rasa nyeri biasanya paling berat dalam empat hingga dua belas jam pertama setelah serangan terjadi.
2. Rasa tidak nyaman yang berlangsung lama
Setelah nyeri hebat mereda, penderita masih dapat merasakan rasa tidak nyaman pada sendi selama beberapa hari hingga beberapa minggu.
Serangan berikutnya juga cenderung berlangsung lebih lama dan dapat menyerang lebih banyak persendian.
3. Pembengkakan dan kemerahan
Sendi yang mengalami serangan asam urat biasanya tampak membengkak, berwarna kemerahan, terasa hangat saat disentuh, serta lebih sensitif terhadap tekanan.
Peradangan inilah yang menyebabkan penderita merasa sangat kesakitan bahkan saat sendi hanya tersentuh ringan.
4. Gerakan sendi menjadi terbatas
Apabila penyakit terus berkembang atau serangan terjadi berulang, penderita dapat mengalami keterbatasan dalam menggerakkan sendi secara normal.
Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama bila asam urat menyerang lutut, pergelangan kaki, atau jari kaki yang menopang berat badan.
Baca juga: Cara tepat mengobati asam urat menurut ahli
Cara mencegah asam urat
Risiko terkena asam urat dapat dikurangi dengan menerapkan pola hidup sehat dan menjaga kadar asam urat tetap berada dalam batas normal.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
1. Berolahraga secara rutin
Aktivitas fisik membantu menjaga berat badan ideal sekaligus mendukung kesehatan metabolisme tubuh sehingga risiko hiperurisemia dapat berkurang.
2. Membatasi konsumsi minuman beralkohol
Konsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan produksi asam urat sekaligus menghambat proses pembuangannya melalui ginjal.
3. Menjaga berat badan ideal
Obesitas merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan kadar asam urat. Menurunkan berat badan secara bertahap dapat membantu mengurangi risiko serangan gout.
4. Mengurangi makanan tinggi purin
Penderita maupun orang yang berisiko tinggi mengalami asam urat sebaiknya membatasi konsumsi makanan tinggi purin, seperti:
- Daging merah.
- Jeroan.
- Hidangan laut tertentu.
- Beberapa jenis sayuran yang mengandung purin lebih tinggi.
Sebaliknya, perbanyak konsumsi makanan bergizi seimbang yang mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Bagi penderita asam urat, menjaga kadar asam urat dalam batas normal merupakan langkah penting untuk mencegah kekambuhan. Hal ini dapat dilakukan dengan menjalani pola makan sehat, menerapkan gaya hidup aktif, serta mengikuti pengobatan sesuai anjuran dokter apabila diperlukan.
Baca juga: Ini risiko pasien asam urat saat santap makanan khas Lebaran
Baca juga: Mengenal purin dalam tubuh dan pengaruhnya bagi kesehatan
Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
