
Jakarta (ANTARA) – Bau mulut atau halitosis dapat tetap muncul meski seseorang rutin menyikat gigi. Kondisi ini tidak selalu disebabkan oleh kebersihan gigi, tetapi juga dapat dipengaruhi bakteri di lidah, masalah gusi, mulut kering, hingga gangguan kesehatan tertentu.
Menyikat gigi merupakan langkah penting untuk menjaga kebersihan mulut, tetapi aktivitas tersebut terkadang belum cukup untuk menghilangkan seluruh penyebab bau tidak sedap. Beberapa bagian seperti sela gigi dan permukaan lidah dapat menjadi tempat menumpuknya bakteri penyebab bau mulut.
Bau mulut umumnya terjadi akibat senyawa sulfur mudah menguap (volatile sulfur compounds/VSCs) yang dihasilkan bakteri dalam rongga mulut. Senyawa tersebut dapat menghasilkan aroma tidak sedap ketika bakteri memecah sisa makanan atau protein di dalam mulut.
Berikut beberapa penyebab bau mulut tetap muncul meski rajin sikat gigi:
1. Bakteri menumpuk di permukaan lidah
Banyak orang hanya berfokus membersihkan gigi, padahal permukaan lidah juga dapat menjadi tempat berkumpulnya bakteri dan sisa makanan.
Lapisan putih atau tongue coating pada lidah dapat menjadi sumber produksi senyawa penyebab bau mulut. Membersihkan lidah secara rutin dapat membantu mengurangi jumlah bakteri penyebab aroma tidak sedap.
2. Tidak membersihkan sela gigi
Sikat gigi tidak selalu mampu menjangkau seluruh area mulut, terutama sela-sela gigi. Sisa makanan yang tertinggal dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri dan menimbulkan bau.
Penggunaan benang gigi (dental floss) atau pembersih sela gigi dapat membantu mengangkat sisa makanan yang tidak terjangkau sikat gigi.
Baca juga: Kiat jaga kebersihan mulut selama menjalankan ibadah puasa
Baca juga: Lidah putih, penyebab dan bagaimana mencegahnya?
3. Mulut kering
Air liur memiliki peran penting dalam membersihkan rongga mulut secara alami. Ketika produksi air liur berkurang, bakteri lebih mudah berkembang sehingga meningkatkan risiko bau mulut.
Mulut kering dapat terjadi akibat kurang minum, kebiasaan bernapas melalui mulut, konsumsi obat tertentu, atau kondisi kesehatan tertentu.
4. Masalah gusi dan gigi
Penyakit gusi seperti gingivitis atau periodontitis dapat menyebabkan bau mulut meskipun seseorang rutin menyikat gigi.
Plak dan bakteri yang menumpuk di sekitar gusi dapat menghasilkan senyawa berbau. Selain itu, gigi berlubang juga dapat menjadi sumber bau tidak sedap.
5. Konsumsi makanan tertentu
Beberapa makanan dan minuman dengan aroma kuat dapat menyebabkan bau mulut, seperti bawang putih, bawang merah, makanan pedas, serta makanan tertentu yang mengandung senyawa berbau.
Aroma dari makanan tersebut dapat bertahan karena sebagian zat masuk ke aliran darah dan dikeluarkan melalui napas.
Baca juga: Hindari makan-minum penyebab sakit tenggorok saat puasa
6. Kebiasaan merokok
Rokok dapat menyebabkan perubahan kondisi dalam rongga mulut, mengurangi produksi air liur, serta meningkatkan risiko masalah gusi. Kondisi tersebut dapat membuat bau mulut lebih sulit hilang.
Selain itu, zat dalam rokok juga dapat meninggalkan aroma khas yang menempel pada mulut dan saluran pernapasan.
7. Gangguan kesehatan tertentu
Pada sebagian kasus, bau mulut dapat berkaitan dengan masalah kesehatan di luar rongga mulut, seperti infeksi saluran pernapasan, gangguan sinus, refluks asam lambung, diabetes, hingga gangguan tertentu lainnya.
Cara mengatasi bau mulut meski sudah rajin sikat gigi
Agar bau mulut lebih terkendali, beberapa kebiasaan berikut dapat dilakukan:
- Bersihkan lidah secara rutin menggunakan pembersih lidah atau sikat gigi secara lembut.
- Gunakan benang gigi untuk membersihkan sela-sela gigi.
- Minum cukup air untuk menjaga produksi air liur.
- Kurangi konsumsi makanan yang dapat memicu bau.
- Gunakan obat kumur sesuai kebutuhan.
- Lakukan pemeriksaan gigi secara berkala ke dokter gigi.
Jika bau mulut tetap muncul dalam waktu lama meskipun kebersihan mulut sudah dijaga, kondisi tersebut sebaiknya diperiksa oleh tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebab utamanya.
Bau mulut bukan hanya masalah kebersihan gigi, tetapi dapat menjadi tanda adanya gangguan tertentu pada rongga mulut atau tubuh. Dengan perawatan yang menyeluruh, masalah bau mulut dapat dikurangi dan kesehatan mulut tetap terjaga.
Baca juga: Kiat atasi bau mulut
Baca juga: Penyebab napas bau kendati sudah sikat gigi
Baca juga: 4 hal penyebab bau mulut meskipun sudah menyikat gigi
Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
