7 manfaat cuka apel untuk rambut, benarkah bisa buat rambut berkilau?

Jakarta (ANTARA) – Cuka apel atau apple cider vinegar (ACV) kerap digunakan sebagai bahan perawatan rambut alami. Meski telah lama populer, para ahli mengingatkan bahwa manfaatnya masih didukung oleh bukti ilmiah yang terbatas sehingga penggunaannya perlu dilakukan secara tepat dan tidak berlebihan.

Cuka apel merupakan hasil fermentasi sari apel yang mengandung asam asetat serta senyawa lain dengan sifat antimikroba. Dalam perawatan rambut, cairan ini umumnya digunakan sebagai bilasan setelah keramas dengan tujuan membantu membersihkan kulit kepala dan meningkatkan tampilan rambut.

Namun, hingga kini belum ada bukti ilmiah yang kuat bahwa cuka apel dapat merangsang pertumbuhan rambut atau mengatasi kerontokan secara langsung.

Berikut sejumlah manfaat cuka apel untuk rambut yang banyak dibahas berdasarkan kajian ilmiah dan pendapat para ahli.

Baca juga: Tidur siang pada waktu yang tepat bisa bantu tingkatkan produktivitas

1. Membantu membersihkan penumpukan residu

Cuka apel dapat membantu mengangkat sisa produk penata rambut, minyak berlebih, dan kotoran yang menempel di kulit kepala. Rambut yang terbebas dari penumpukan residu umumnya terasa lebih ringan dan mudah diatur.

2. Membuat rambut tampak lebih berkilau

Sifat asam pada cuka apel dapat membantu meratakan kutikula rambut sehingga permukaan rambut menjadi lebih halus. Efek ini membuat rambut terlihat lebih berkilau dan terasa lembut setelah digunakan sebagai bilasan dengan pengenceran yang tepat.

3. Membantu menjaga kesehatan kulit kepala

Beberapa penelitian menunjukkan cuka apel memiliki sifat antibakteri dan antijamur. Meski demikian, manfaat tersebut belum cukup kuat untuk menjadikannya sebagai pengobatan utama berbagai gangguan kulit kepala. Penggunaannya lebih tepat sebagai pelengkap perawatan rambut, bukan pengganti terapi medis.

Baca juga: Empat panganan tinggi serat selain pepaya yang baik untuk pencernaan

4. Berpotensi mengurangi ketombe ringan

Sebagian orang melaporkan ketombe berkurang setelah menggunakan bilasan cuka apel. Namun, para ahli menyebut bukti ilmiah mengenai efektivitasnya terhadap ketombe masih terbatas sehingga sampo antiketombe yang mengandung ketokonazol, selenium sulfida, atau zinc pyrithione tetap menjadi pilihan utama jika keluhan menetap.

5. Membantu menyeimbangkan pH rambut

Kulit kepala dan rambut memiliki tingkat keasaman alami. Karena bersifat asam, cuka apel diduga dapat membantu menjaga keseimbangan pH sehingga kutikula rambut tetap rapat dan rambut lebih mudah diatur. Namun, manfaat ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Cara menggunakan cuka apel dengan aman

Para ahli menyarankan agar cuka apel tidak digunakan langsung tanpa pengenceran. Campurkan sekitar satu hingga dua sendok makan cuka apel ke dalam satu gelas air, lalu gunakan sebagai bilasan setelah keramas. Diamkan selama beberapa menit sebelum dibilas kembali dengan air bersih. Penggunaan cukup dilakukan satu hingga dua kali dalam seminggu.

Efek samping yang perlu diperhatikan

Penggunaan cuka apel yang terlalu pekat atau terlalu sering dapat menyebabkan iritasi kulit kepala, rasa perih, hingga membuat rambut menjadi kering, terutama pada rambut yang telah melalui proses pewarnaan atau perawatan kimia. Karena itu, pengguna disarankan melakukan uji tempel terlebih dahulu dan menghentikan pemakaian jika muncul tanda iritasi.

Secara umum, cuka apel dapat menjadi salah satu alternatif perawatan rambut rumahan untuk membantu membersihkan kulit kepala dan membuat rambut tampak lebih berkilau.

Namun, manfaatnya tidak dapat menggantikan perawatan medis, terutama bagi seseorang yang mengalami kerontokan berat, infeksi kulit kepala, atau gangguan rambut lainnya. Jika keluhan berlanjut, konsultasi dengan dokter spesialis kulit tetap menjadi langkah yang dianjurkan.

Baca juga: Teh hijau punya dampak baik bagi kesehatan hati

Baca juga: Dokter ungkap kebiasaan nomor satu agar buang air besar lebih lancar

Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.