loading…
Banjir rob di Jakarta Utara. Foto/Dok SindoNews
“Fenomena ini dipicu oleh adanya fase Perigee (jarak terdekat bulan ke bumi), kemudian fenomena Bulan Purnama pada 3 Maret 2026,” tulis BMKG dalam keterangan tertulisnya, Minggu (1/3/2026).
BMKG melaporkan kombinasi fenomena astronomi ini berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum yang signifikan.
Baca Juga: Banjir Rob Mengancam Kota-kota Besar Pesisir
“Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir rob diperkirakan akan berlangsung dalam rentang waktu yang berbeda-beda di tiap wilayah sepanjang akhir Februari hingga pertengahan Maret 2026,” tulisnya.
BMKG menyatakan bahwa banjir rob ini secara umum dapat mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir. Beberapa dampak yang diantisipasi meliputi gangguan pada aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di permukiman pesisir, serta operasional tambak garam dan perikanan darat.
“Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga dalam mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut,” imbau BMKG.
