Tabanan Jadi Pelopor Kampung KB di Bali, 133 Desa Telah Terwujud

Tabanan – Pemerintah Kabupaten Tabanan terus menunjukkan komitmen dalam membangun keluarga dan desa yang lebih sejahtera. Hingga tahun 2025, seluruh 133 desa di Kabupaten Tabanan resmi ditetapkan sebagai Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB), menjadikan Tabanan sebagai salah satu pelopor pelaksanaan pembangunan keluarga berbasis desa di Bali.

Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., menegaskan bahwa keberhasilan Kampung KB membutuhkan sinergi lintas sektor.

“Kampung KB adalah simpul strategis pembangunan berbasis keluarga. Saya mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk hadir langsung di desa, membawa program yang menyentuh kebutuhan nyata masyarakat, dan bersama-sama memperkuat kualitas keluarga sebagai pondasi utama pembangunan,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Tabanan, Mariati, menjelaskan bahwa sosialisasi Kampung KB bukan sekadar memperkenalkan program, melainkan juga mendorong keterlibatan aktif semua sektor pembangunan.

“Melalui sosialisasi yang masif, kami ingin memastikan OPD dan mitra terkait aktif melakukan intervensi langsung ke desa. Dengan begitu, masyarakat merasakan manfaat nyata di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga administrasi kependudukan secara terintegrasi,” ungkapnya.

Program Kampung KB di Tabanan memang dirancang dengan pendekatan lintas sektor. Dinas Kesehatan memperkuat layanan ibu dan anak, gizi, serta sanitasi lingkungan; Dinas Pendidikan membuka akses pendidikan sejak usia dini; Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) berfokus pada pemberdayaan ekonomi keluarga; sementara Dinas Dukcapil memastikan tertib administrasi kependudukan. Sinergi ini menegaskan bahwa Kampung KB bukan hanya milik BKKBN, melainkan ruang kolaborasi bersama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.

Inovasi pun turut dikembangkan, salah satunya Rumah DataKu, yakni pusat data mikro di tingkat desa yang membantu pemerintah merancang kebijakan berbasis bukti sekaligus mengoptimalkan pelayanan publik. Sosialisasi yang gencar juga diarahkan untuk mengubah persepsi masyarakat: program KB bukanlah larangan jumlah anak, melainkan perencanaan keluarga yang bijak untuk mengatur, menunda, dan mengakhiri masa reproduksi sesuai kondisi keluarga serta kearifan lokal Bali.

Dengan hadirnya 133 Kampung KB, Tabanan kini memiliki jaringan desa-desa yang menjadi pusat edukasi, pemberdayaan, dan layanan terpadu. Melalui kolaborasi lintas sektor dan dukungan masyarakat, program ini diharapkan mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia serta menjadikan desa sebagai episentrum pembangunan keluarga berkualitas di Kabupaten Tabanan.