Akademisi INSTIKI Tingkatkan Kapasitas Perangkat Desa Kukuh dalam Pemanfaatan SID

Tabanan – Akademisi dari Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan dan pendampingan teknis Sistem Informasi Desa (SID) di Desa Kukuh, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (18/3) dan diikuti oleh 9 peserta yang terdiri dari perangkat desa dan operator SID.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia desa dalam mengelola pelayanan administrasi berbasis digital yang cepat, transparan, dan berbasis data. Desa Kukuh dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi contoh desa digital dengan pemanfaatan teknologi informasi secara optimal, khususnya melalui penggunaan SID sumber terbuka.

Kegiatan pelatihan ini menjadi solusi strategis bagi tantangan yang selama ini dihadapi desa dalam hal pelayanan administrasi. Dengan membekali operator dan perangkat desa dengan keterampilan dan pemahaman yang memadai, diharapkan pengelolaan layanan publik dapat berjalan lebih efisien dan tepat sasaran.

Pelatihan mencakup pemahaman fitur-fitur lanjutan SID seperti pendataan penerima bantuan sosial, pencatatan aset desa, pemetaan fasilitas umum, serta pengelolaan SID secara daring. Selain itu, pelatihan juga menanamkan kesadaran akan pentingnya data sebagai dasar perencanaan pembangunan yang transparan dan akuntabel.

Ketua Pelaksana Kegiatan, I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom., M.Pd., mengungkapkan bahwa program ini dirancang berbasis riset dan disesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan. “Metode pelatihan berbasis praktik langsung, diskusi kelompok, dan studi kasus terbukti mampu menjawab kebutuhan dan tantangan di lapangan. Lebih lanjut, pelatihan ini juga menunjukkan bahwa hasil riset terdahulu dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai dasar penyusunan program pengabdian kepada masyarakat yang aplikatif dan berdampak nyata,” ujarnya.

Hasil evaluasi dari kegiatan pelatihan menunjukkan peningkatan kompetensi yang signifikan. Melalui pre-test dan post-test, terjadi peningkatan rata-rata nilai sebesar 15,22 poin, dari kategori cukup ke baik. Hal ini mencerminkan peningkatan pemahaman peserta baik dari segi teori maupun praktik.

Dengan keberhasilan kegiatan ini, Desa Kukuh diharapkan dapat menjadi pionir dalam transformasi digital pelayanan publik di wilayah Kecamatan Kerambitan, sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat melalui layanan yang lebih responsif dan berbasis data.