Di sabtu sore yang sejuk di pinggir kota Tabanan, tampak beberapa penabuh menaikkan gamelan ke panggung yang sudah dirias sejak pagi harinya. Panitia acara lalu lalang mengecek persiapan acara yang diagendakan dimulai pukul 6 petang. ‘Komunitas Budaya Sanggar Seni Madu Lingga mempersembahkan “Manacika Yatra”, Sabtu 22 November 2025’ demikian bunyi backdrop di panggung.
“Acara ini kami adakan sebagai rangkaian lomba Baleganjur Ngarap ‘Mepadu Arep’ se-Bali tanggal 8 November yang lalu. Juara 1 lomba tersebut kami tampilkan di seminar ini untuk kami bedah karyanya bersama narasumber dan peserta seminar”, Gus Tana, ketua Sanggar Madu Lingga sekaligus ketua panitia, menyampaikan kepada redaksi.
Bandrang Mas, juara 1 lomba baleganjur ngarap kemudian tampil sumringah bersama juara 2, Pendekar 25 UNHI di Wantilan Desa Adat Bedha setelah sebelumnya acara dibuka secara seremonial oleh I Made Deyana selaku perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XV yang juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kabupatan Tabanan, I Made Subagia dan bendesa adat Bedha. Penonton tampak sangat antusias; sepertinya banyak yang penasaran dengan penampilan juara 1 vs juara 2 yang saat lomba sebelumnya tidak bertemu langsung.

Sesi pemaparan narasumber juga menjadi sesi yang ditunggu. I Dewa Putu Berata, S.Sn, I Wayan Sudiarsa, S.Sn., M.Sn. (Pacet), Anak Agung Gede Angga Mahendra menyampaikan pemaparan dan gagasan yang dicermati serius oleh peserta seminar. Sesi simulasi yang diarahkan oleh Pacet dibantu penampilan Pendekar 25 UNHI menjadi highlight lain seminar. Peserta seminar ikut berinteraksi secara spontan menambah riuh suasana.

Dimoderatori oleh I Gede Putu Resky Gita Adhi Pratista, S.Sn., M.Sn, seminar melewati rencana awal pukul 10 malam. Hingga pukul 23.30, peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan kepada narasumber yang nampak sama antusiasnya. Yang menarik, Kepala Dinas Kebudayaan Tabanan yang hadir sejak sebelum acara dimulai pukul 6 sore tampak masih anteng menyimak jalannya acara sampai berakhir setelah sedikit melewati tengah malam. Padat dan dalamnya materi, keseruan penampilan Bandrang Mas x Pendekar 25 UNHI dan hangatnya diskusi tampaknya yang membuat beliau dan peserta seminar lainnya untuk betah hingga acara berakhir.

