
Jakarta (ANTARA) – Rambut rontok kerap dikaitkan dengan kanker karena menjadi salah satu efek samping pengobatan, terutama kemoterapi. Namun, rambut rontok saja tidak dapat digunakan sebagai tanda seseorang terkena kanker.
Kerontokan rambut atau alopecia dapat terjadi karena sejumlah faktor. Pada pasien kanker, kondisi tersebut lebih sering berkaitan dengan terapi yang dijalani daripada kanker itu sendiri.
Berikut ciri-ciri rambut rontok yang dapat berkaitan dengan pengobatan kanker:
1. Rambut rontok dalam jumlah banyak
Pada kerontokan akibat kemoterapi, rambut dapat menipis atau bahkan rontok dalam jumlah besar. American Cancer Society menyebut rambut pada pasien yang mengalami efek tersebut dapat rontok, termasuk saat keramas atau menyisir.
Baca juga: Ketahui ciri-ciri rambut rontok akibat kanker
Baca juga: Enam masalah kesehatan yang mengintai wanita usia 30-an
2. Kerontokan terjadi setelah menjalani kemoterapi
Kemoterapi bekerja dengan menyerang sel yang tumbuh dan membelah dengan cepat. Selain sel kanker, obat tersebut juga dapat memengaruhi sel sehat yang tumbuh cepat, termasuk sel pada folikel rambut. Akibatnya, beberapa jenis kemoterapi dapat menyebabkan rambut rontok.
Namun, tidak semua obat kemoterapi menyebabkan kerontokan dengan tingkat yang sama. Jenis obat dan dosis yang digunakan dapat memengaruhi kemungkinan serta tingkat keparahan kerontokan.
3. Tidak hanya rambut kepala yang rontok
Kerontokan akibat pengobatan kanker tidak selalu terbatas pada rambut kepala. Beberapa jenis kemoterapi dapat menyebabkan rambut di bagian tubuh lain ikut rontok.
Alis dan bulu mata juga dapat menipis pada sebagian pasien, tergantung jenis terapi yang digunakan.
4. Kerontokan dapat terjadi secara bertahap atau cepat
Pola kerontokan berbeda pada setiap pasien. American Cancer Society mencatat rambut dapat mengalami penipisan hingga kehilangan sebagian atau seluruh rambut, tergantung pengobatan yang diberikan.
Karena itu, tidak ada satu pola kerontokan yang dapat digunakan untuk memastikan seseorang mengalami kanker.
Baca juga: Rambut rontok? Begini cara alami dan sederhana yang bisa dicoba
5. Terjadi setelah radioterapi pada area tertentu
Selain kemoterapi, radioterapi juga dapat menyebabkan rambut rontok. Kerontokan biasanya terjadi pada bagian tubuh yang mendapatkan paparan radiasi.
Misalnya, radioterapi yang diarahkan ke kepala dapat memengaruhi folikel rambut di area tersebut. Efeknya bergantung pada lokasi dan dosis radiasi.
6. Beberapa terapi target juga dapat memengaruhi rambut
Kerontokan atau perubahan rambut tidak hanya terjadi akibat kemoterapi. Beberapa obat terapi target dapat menyebabkan rambut menjadi lebih tipis, kering dan rapuh. Pada penggunaan jangka panjang, sebagian terapi target bahkan dapat menyebabkan kebotakan pada area tertentu.
Karena setiap obat memiliki efek samping berbeda, pasien sebaiknya menanyakan kemungkinan kerontokan kepada dokter sebelum memulai pengobatan.
7. Rambut dapat tumbuh kembali setelah pengobatan
Kerontokan akibat terapi kanker tidak selalu bersifat permanen. Pada banyak pasien, rambut dapat tumbuh kembali setelah pengobatan selesai, meskipun waktu dan pola pertumbuhannya dapat berbeda.
Dalam beberapa kasus, tekstur atau bentuk rambut yang tumbuh kembali juga dapat mengalami perubahan.
Rambut rontok bukan berarti pasti kanker
Hal yang penting diperhatikan adalah rambut rontok bukan tanda spesifik kanker. Kerontokan dapat disebabkan berbagai kondisi lain, seperti faktor keturunan, perubahan hormon, kekurangan nutrisi, stres, penyakit tertentu, maupun efek obat.
Pada pasien kanker, kerontokan rambut lebih tepat dipandang sebagai kemungkinan efek samping dari terapi tertentu. National Cancer Institute juga menyarankan pasien mendiskusikan potensi efek samping pengobatan dengan tim kesehatan yang menangani.
Jika rambut tiba-tiba rontok dalam jumlah banyak, muncul kebotakan berbentuk tertentu, disertai perubahan pada kulit kepala, atau terus berlangsung tanpa penyebab yang jelas, pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Baca juga: Benarkah stres bisa sebabkan rambut rontok? Ini penjelasannya
Baca juga: 5 penyebab rambut menipis hingga berujung kebotakan
Baca juga: Cara ketahui rambut rontok membutuhkan perawatan yang lebih sehat
Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
