
Jakarta (ANTARA) – Bau badan yang terasa lebih apek saat terkena panas matahari umumnya berkaitan dengan meningkatnya produksi keringat dan interaksi keringat dengan bakteri alami di kulit.
Saat tubuh berada di lingkungan panas, produksi keringat meningkat sebagai mekanisme alami untuk membantu menjaga suhu tubuh. Keringat pada dasarnya tidak selalu menimbulkan bau, tetapi aroma dapat muncul ketika komponen keringat berinteraksi dengan bakteri yang hidup di permukaan kulit.
Berikut beberapa alasan badan bisa terasa lebih bau ketika terkena panas:
Baca juga: 8 cara alami mengatasi bau badan dan keringat berlebih
Baca juga: 6 cara alami hilangkan bau badan membandel
1. Tubuh lebih banyak berkeringat
Paparan suhu panas membuat tubuh mengeluarkan lebih banyak keringat. Kondisi tersebut menyebabkan kulit menjadi lebih lembap dan memberikan lebih banyak kesempatan bagi bakteri kulit untuk menghasilkan senyawa yang menimbulkan aroma.
Cuaca panas memang termasuk salah satu faktor yang dapat memperburuk bau badan karena meningkatkan produksi keringat.
2. Keringat bercampur dengan bakteri kulit
Bau badan bukan semata-mata berasal dari keringat. Bakteri yang secara alami terdapat di kulit dapat memecah komponen tertentu dalam keringat dan menghasilkan senyawa berbau.
Karena itu, semakin banyak keringat yang berada di permukaan kulit, aroma tubuh dapat menjadi lebih kuat, terutama pada bagian tubuh tertentu.
3. Ketiak lebih mudah menimbulkan bau
Ketiak termasuk area yang memiliki kelenjar apokrin. Kelenjar ini menghasilkan cairan yang dapat menimbulkan bau ketika bercampur dengan bakteri di kulit.
Selain ketiak, area selangkangan juga memiliki kelenjar apokrin sehingga dapat menjadi bagian tubuh yang lebih mudah mengalami bau ketika berkeringat.
4. Pakaian yang lembap dapat memperkuat aroma
Keringat yang terserap pakaian membuat kain menjadi lembap. Jika pakaian tersebut digunakan terlalu lama, bau dapat semakin terasa karena keringat dan mikroorganisme menempel pada kain.
Baca juga: Begini cara menegur orang bau badan menurut psikolog
Karena itu, mengganti pakaian setelah banyak berkeringat dan mencuci pakaian secara rutin dapat membantu mengurangi bau badan.
5. Makanan tertentu juga dapat memengaruhi bau badan
Selain panas dan keringat, makanan tertentu dapat memengaruhi aroma tubuh. Makanan yang kaya sulfur, seperti bawang putih, bawang bombai, brokoli dan kembang kol, pada sebagian orang dapat membuat aroma tubuh lebih kuat.
Kafein, makanan pedas dan alkohol juga dapat meningkatkan produksi keringat pada sebagian orang sehingga secara tidak langsung dapat memperkuat bau badan.
6. Cara mengurangi bau badan saat cuaca panas
Bau badan dapat dikurangi dengan menjaga kebersihan tubuh, terutama pada area yang banyak berkeringat seperti ketiak dan selangkangan. Mandi secara teratur dan segera membersihkan tubuh setelah berkeringat juga dapat membantu mengurangi penumpukan bakteri.
Menggunakan pakaian bersih dan tidak terlalu ketat juga dapat membantu menjaga kulit tetap kering. Deodoran dapat digunakan untuk membantu mengatasi bau, sedangkan antiperspiran bekerja dengan mengurangi jumlah keringat yang mencapai permukaan kulit.
7. Perubahan bau badan yang drastis perlu diperhatikan
Bau badan yang muncul setelah kepanasan umumnya merupakan respons alami tubuh. Namun, perubahan bau yang berlangsung terus-menerus atau muncul tanpa penyebab yang jelas sebaiknya diperhatikan.
Perubahan bau badan dapat berkaitan dengan kondisi tertentu, seperti diabetes, gangguan tiroid, penyakit ginjal atau penyakit hati. Jika perubahan tersebut menetap meskipun kebersihan tubuh sudah dijaga, pemeriksaan medis dapat dilakukan untuk mencari penyebabnya.
Jadi, badan yang terasa lebih apek saat terkena panas umumnya terjadi karena tubuh menghasilkan lebih banyak keringat. Keringat tersebut kemudian berinteraksi dengan bakteri di kulit dan menghasilkan senyawa yang menyebabkan aroma tubuh menjadi lebih kuat.
Baca juga: Benarkah tawas ampuh hilangkan bau badan? Ini faktanya
Baca juga: 8 kesalahan cara pakai parfum yang malah bikin makin bau
Baca juga: Cara mudah buat deodoran spray alami dari air tawas di rumah
Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
