AI Masuk Dapur Musik Bali, Ame Naryama Tetap Utamakan Rasa

Denpasar – Perkembangan teknologi digital kini membuka peluang baru bagi seniman lokal untuk terus berinovasi. Salah satunya dimanfaatkan oleh pencipta lagu Bali, Ame Naryama, yang menggunakan kecerdasan buatan (AI) sebagai alat bantu dalam proses kreatif tanpa meninggalkan kedekatan emosional dengan kehidupan masyarakat.

Bagi Ame, lagu bukan sekadar hiburan, melainkan media untuk menyampaikan cerita yang hidup di tengah masyarakat. Ia mengaku kerap mengambil inspirasi dari kisah-kisah unik hingga peristiwa sehari-hari yang kemudian dirangkai menjadi karya yang mampu menyentuh perasaan pendengar.

“Sering ada cerita-cerita di masyarakat yang menarik atau sedikit nyeleneh, kemudian saya rangkai menjadi kisah yang bisa membuat pendengar ikut merasakan atau baper,” ujarnya pada Senin (30/3).

Tren ini juga menunjukkan adanya regenerasi penikmat lagu pop Bali, khususnya di kalangan generasi muda. Untuk menjawab selera tersebut, Ame lebih banyak menghadirkan lagu bergenre melow yang kini tengah digemari.

Sejumlah karya yang telah lahir dari tangannya di antaranya Care Ngae Penjor yang dipopulerkan Bagus Parijata, Sing Puas-Puas oleh Tasya Puspawati, Ngetohin Keluarga oleh Dedi Loji, Rejeki Sing Metukar oleh Satya Darma, hingga Mebukti yang dibawakan Bayu Takur. Selain itu, ia juga tengah menyiapkan beberapa karya baru.

Menariknya, dalam proses penciptaan lagu, Ame tidak menggunakan alat musik gitar seperti kebanyakan pencipta lagu lainnya. Ia mengandalkan pemahaman terhadap nada dan melodi, kemudian merekam ide lagu secara sederhana sebelum diproses lebih lanjut.

Pemanfaatan teknologi AI dilakukan pada tahap pembuatan demo musik. Lirik dan nada tetap diciptakan secara mandiri, sementara AI digunakan untuk membantu menyusun aransemen musik sesuai kebutuhan. Setelah demo siap dan ada penyanyi yang akan membawakan, proses rekaman dilanjutkan di studio untuk menghasilkan karya final.

“Teknologi seharusnya tidak ditakuti, melainkan dimanfaatkan sebagai alat untuk memperkuat kreativitas seniman,” tegasnya.

Pendekatan ini pun mendapat respons positif dari pendengar. Salah satu penggemar, Ni Luh Suasti, mengaku karya-karya Ame memiliki kedekatan emosional dengan kehidupan sehari-hari.

“Saya sangat menikmati karya-karya Ame Naryama karena liriknya dekat dengan kehidupan sehari-hari dan mudah dirasakan. Lagu-lagunya tidak hanya enak didengar, tetapi juga punya makna yang dalam. Apalagi dengan sentuhan aransemen yang kekinian, membuat lagu Bali terasa lebih segar dan relevan bagi generasi muda,” ujarnya.

Dengan pendekatan kreatif yang memadukan teknologi dan kearifan lokal, Ame berharap lagu pop Bali semakin diminati dan memiliki ruang yang lebih luas, khususnya di kalangan generasi muda, sehingga tetap lestari di tengah arus perkembangan zaman.