
Jakarta (ANTARA) – Berkuda bukan sekadar duduk di atas pelana dan mengikuti arah gerakan kuda. Saat menunggang, tubuh justru harus terus menyesuaikan diri dengan gerakan kuda agar posisi tetap stabil. Karena itu, aktivitas ini dapat melatih keseimbangan sekaligus koordinasi tubuh.
Gerakan kuda yang maju, mundur, naik, turun, maupun bergeser ke kanan dan kiri membuat tubuh penunggang terus melakukan penyesuaian. Pinggul, batang tubuh, kaki, dan otot inti bekerja untuk menjaga posisi tetap stabil. Penelitian mengenai aktivitas berkuda terapeutik juga menunjukkan adanya manfaat terhadap keseimbangan, fungsi motorik, postur dan koordinasi, meski sebagian besar bukti tersebut berasal dari kelompok dengan gangguan motorik tertentu.
Baca juga: Menpora dorong Pordasi kembangkan “sport tourism”
Sederhananya, tubuh tidak bisa hanya diam ketika berada di atas kuda. Setiap perubahan gerakan kuda membuat penunggang perlu merespons dengan gerakan tubuh yang sesuai. Proses inilah yang membuat kemampuan menjaga keseimbangan ikut terlatih.
Selain keseimbangan, berkuda juga membutuhkan koordinasi beberapa bagian tubuh secara bersamaan. Penunggang perlu mengatur posisi kaki, tangan, pinggul dan batang tubuh sambil memperhatikan arah gerakan kuda. Kemampuan menggabungkan berbagai gerakan tersebut menjadi bagian dari koordinasi motorik.
Sebuah penelitian yang membandingkan aktivitas otot saat berjalan dan berkuda juga menunjukkan bahwa berkuda melibatkan otot batang tubuh dan paha. Gerakan berkuda memiliki sejumlah kemiripan dengan pola gerak berjalan sehingga dapat menjadi salah satu aktivitas yang melatih kontrol tubuh.
Manfaat tersebut juga terlihat dalam sejumlah penelitian mengenai hippotherapy dan therapeutic horseback riding. Tinjauan sistematis dan meta-analisis menemukan kecenderungan perbaikan pada keseimbangan dan fungsi motorik, sementara penelitian yang lebih baru juga melaporkan manfaat terhadap koordinasi dan postur pada kelompok tertentu.
Meski begitu, bukan berarti sekali berkuda seseorang langsung memiliki keseimbangan dan koordinasi yang jauh lebih baik. Kemampuan tersebut berkembang melalui latihan dan pengalaman. Teknik berkuda yang benar juga penting agar aktivitas dilakukan dengan aman.
Jadi, alasan berkuda dapat melatih keseimbangan dan koordinasi cukup sederhana: tubuh terus dipaksa beradaptasi dengan gerakan kuda. Dari menjaga posisi tetap stabil hingga mengatur gerakan tangan, kaki dan tubuh secara bersamaan, aktivitas ini membuat berbagai kemampuan motorik bekerja dalam satu waktu.
Baca juga: UGM kembangkan pusat kajian dan pelatihan olahraga berkuda
Baca juga: KN Pordasi: Sumba potensi besar wisata olahraga berkuda
Baca juga: Pordasi: NTB berpotensi jadi pusat olahraga berkuda memanah nasional
Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
