“Bungan Desa” Dievaluasi, BRIDA Tabanan Keluarkan Tujuh Rekomendasi Strategis

Bungan Desa Dievaluasi, Tujuh Rekomendasi Strategis Siap Perkuat Layanan Pemerintah ke Desa

Tabanan – Semangat kemerdekaan kembali menggema di Bumi Lumbung Beras Bali. Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Tabanan menggelar aksi simbolis penuh makna berupa pemasangan dan pembagian Bendera Merah Putih kepada masyarakat, Kamis (31/7). Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Taman Perjuangan Singasana ini dipimpin langsung oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat serta aksi nyata untuk menumbuhkan dan menyebarkan semangat nasionalisme.

Aksi dimulai dengan pemasangan Bendera Merah Putih secara simbolis oleh Bupati Sanjaya, didampingi Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, S.Sos , jajaran Forkopimda, para Asisten Setda, pimpinan OPD, BUMD, instansi vertikal, hingga masyarakat umum. Taman Perjuangan yang dipilih sebagai lokasi kegiatan menjadi lambang semangat heroik rakyat Tabanan dalam perjuangan kemerdekaan, menambah kekhidmatan kegiatan pagi itu.

Usai pemasangan, Bupati Sanjaya memimpin langsung pembagian puluhan bendera kepada para pengendara yang melintas di Jalan Raya Taman Perjuangan Singasana. Aksi tersebut disambut antusias oleh masyarakat, yang dengan sukacita menerima bendera, bahkan langsung mengibarkannya di kendaraan mereka. Sapaan ramah dan ucapan terima kasih dari warga semakin menguatkan makna kebersamaan dalam menyongsong hari kemerdekaan.

“Ini adalah momen penting untuk membangkitkan kembali semangat perjuangan para pahlawan. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan rasa cinta tanah air kepada seluruh masyarakat Tabanan,” ungkap Bupati Sanjaya dengan tegas dan penuh semangat.

Bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Tabanan ini juga menegaskan bahwa pengibaran bendera bukan sekadar rutinitas tahunan, namun merupakan simbol persatuan dan penghormatan terhadap perjuangan para pendahulu. Oleh karena itu, ia mengimbau seluruh masyarakat Tabanan untuk ikut mengibarkan Bendera Merah Putih di depan rumah masing-masing selama bulan Agustus.

Kegiatan ini menjadi penanda awal dari berbagai agenda peringatan HUT ke-80 RI di Kabupaten Tabanan. Dengan menggugah rasa nasionalisme dan cinta tanah air, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap semangat kemerdekaan dapat terus menyala dan mengakar dalam kehidupan masyarakat, sebagai fondasi dalam membangun Tabanan yang Aman, Unggul, dan Madani. (Adu)

Program Bungan Desa telah menjangkau lebih dari 50 desa dari total 133 desa di Kabupaten Tabanan dan menjadi sarana penting dalam mendekatkan layanan publik, menyerap aspirasi secara langsung, serta mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat desa. Berdasarkan evaluasi BRIDA, program ini dinilai efektif dalam membangun kedekatan emosional dan administratif antara pemerintah dan masyarakat, namun masih menghadapi tantangan serius terutama dalam aspek tata kelola pemerintahan desa dan pemanfaatan teknologi informasi.

FGD tersebut mengungkap bahwa keberhasilan Program Bungan Desa lebih ditentukan oleh kualitas tata kelola pemerintahan desa seperti transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi aktif warga dari pada sekadar penggunaan teknologi. Sementara itu, pengembangan e-Government di desa masih terbatas akibat minimnya sumber daya manusia yang menguasai teknologi, integrasi data yang belum optimal, serta keterbatasan infrastruktur digital di wilayah pedesaan.

Dari kajian yang dilakukan, BRIDA merumuskan tujuh rekomendasi kebijakan strategis untuk memperkuat Program Bungan Desa ke depan. Di antaranya adalah penguatan kapasitas SDM desa dan OPD melalui pelatihan teknis, pengembangan sistem informasi digital terintegrasi, peningkatan partisipasi substantif warga desa, serta optimalisasi penyaluran dana berbasis kinerja. Selain itu, direkomendasikan penguatan koordinasi lintas sektor, mitigasi risiko politisasi program agar keberlanjutannya terjaga lintas kepemimpinan, dan penerapan sistem monitoring dan evaluasi berbasis dampak dengan melibatkan akademisi serta masyarakat sipil.

Kepala BRIDA Kabupaten Tabanan I Gusti Ngurah Made Darma Ariantha menyatakan bahwa kajian ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan pengambilan kebijakan berbasis data (evidence-based policy) sebagaimana diarahkan oleh Bupati Sanjaya. “Evaluasi ini tidak hanya fokus pada keberlanjutan Program Bungan Desa, tetapi juga sebagai model pengembangan tata kelola pemerintahan daerah yang responsif, inklusif, dan berdampak langsung bagi masyarakat desa”. Jelasnya.

Melalui riset dan refleksi kebijakan yang berkelanjutan, Program Bungan Desa diharapkan terus berkembang sebagai wajah baru tata kelola pemerintahan desa yang adaptif dan mendukung terwujudnya Tabanan Era Baru: Aman, Unggul, dan Madani.