Berapa lama makanan matang aman disimpan di kulkas?

Jakarta (ANTARA) – Menyimpan makanan matang di kulkas menjadi salah satu cara untuk memperlambat pertumbuhan bakteri dan menjaga kualitas makanan. Namun, makanan yang sudah dimasukkan ke dalam lemari pendingin tidak otomatis aman dikonsumsi dalam waktu lama. Setiap jenis makanan memiliki batas penyimpanan yang perlu diperhatikan.

Secara umum, sisa makanan matang dapat disimpan di kulkas bersuhu 4 derajat Celsius atau lebih rendah selama sekitar tiga hingga empat hari. Setelah melewati batas tersebut, risiko pertumbuhan mikroorganisme penyebab penyakit dapat meningkat, meskipun makanan belum tentu menunjukkan perubahan bau, rasa, atau tampilan.

Selain lama penyimpanan, keamanan makanan juga dipengaruhi oleh cara mendinginkan, jenis wadah, suhu kulkas, dan berapa lama makanan dibiarkan pada suhu ruang sebelum disimpan.

Lantas, berapa lama makanan matang aman disimpan di kulkas dan bagaimana cara menyimpannya dengan benar?

Baca juga: Pakar bagikan cara menyimpan panganan sisa agar tetap aman

Berapa lama makanan matang bisa disimpan di kulkas?

Batas penyimpanan makanan matang berbeda-beda bergantung pada jenis makanan dan cara penanganannya. Namun, sebagai pedoman umum, sisa makanan matang seperti daging, ayam, sup, dan masakan rumahan sebaiknya dikonsumsi dalam waktu tiga hingga empat hari jika disimpan di kulkas dengan suhu maksimal 4 derajat Celsius.

Berikut beberapa jenis makanan dan perkiraan masa penyimpanannya berdasarkan panduan penyimpanan pangan internasional.

1. Daging dan ayam matang: sekitar tiga hingga empat hari.
2. Sup dan makanan berkuah: sekitar tiga hingga empat hari.
3. Ikan matang: sekitar tiga hingga empat hari.
4. Pizza: sekitar tiga hingga empat hari.
5. Salad berbahan telur, ayam, tuna, atau makaroni: sekitar tiga hingga empat hari.
6. Telur rebus: hingga satu minggu jika disimpan dalam kulkas.
7. Masakan matang lainnya: umumnya tiga hingga empat hari, selama ditangani dan disimpan dengan benar.

Perlu diperhatikan bahwa angka tersebut merupakan perkiraan masa penyimpanan dalam kondisi pendinginan yang sesuai. Jenis bahan, kebersihan wadah, proses memasak, dan suhu kulkas turut menentukan keamanan makanan.

Mengapa makanan matang tidak boleh disimpan terlalu lama?

Kulkas memang dapat memperlambat pertumbuhan bakteri, tetapi tidak sepenuhnya menghentikan aktivitas mikroorganisme. Sejumlah bakteri penyebab penyakit masih dapat berkembang dalam kondisi dingin, meskipun prosesnya lebih lambat dibandingkan pada suhu ruang.

Salah satu rentang suhu yang perlu diwaspadai adalah 4–60 derajat Celsius. Pada kisaran tersebut, bakteri penyebab keracunan makanan dapat berkembang lebih cepat.

Itulah sebabnya makanan matang tidak boleh dibiarkan terlalu lama di meja makan sebelum dimasukkan ke kulkas. Pendinginan yang terlambat dapat meningkatkan risiko kontaminasi dan pertumbuhan bakteri.

Selain itu, makanan yang sudah terkontaminasi belum tentu menunjukkan perubahan warna, aroma, atau rasa. Artinya, makanan yang terlihat masih bagus belum tentu aman untuk dikonsumsi.

Baca juga: Hindari! Ini 7 kesalahan dalam menyimpan makanan di kulkas

Cara menyimpan makanan matang agar tetap aman

Selain memperhatikan batas waktu penyimpanan, cara memasukkan makanan ke dalam kulkas juga perlu diperhatikan. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan.

1. Masukkan makanan ke kulkas maksimal dua jam

Makanan matang sebaiknya segera disimpan setelah selesai dikonsumsi. Jangan membiarkannya terlalu lama berada pada suhu ruang.

Batas waktu yang dianjurkan adalah maksimal dua jam setelah makanan dimasak atau disajikan. Namun, jika berada di lingkungan dengan suhu lebih dari 32 derajat Celsius, seperti di dalam mobil yang panas, makanan sebaiknya didinginkan maksimal satu jam.

Ketentuan ini penting karena suhu lingkungan yang tinggi dapat mempercepat pertumbuhan bakteri.

2. Gunakan wadah tertutup dan bersih

Simpan makanan dalam wadah bersih yang memiliki penutup rapat. Cara ini membantu mengurangi risiko kontaminasi dari makanan lain, percikan, atau kotoran yang berada di dalam kulkas.

Sebaiknya gunakan wadah khusus untuk menyimpan makanan dan hindari mencampurkan makanan matang dengan bahan mentah tanpa pemisahan yang tepat.

3. Bagi makanan dalam porsi kecil

Makanan dalam jumlah besar, seperti sup, rendang, atau masakan berkuah, membutuhkan waktu lebih lama untuk menjadi dingin.

Untuk mempercepat proses pendinginan, bagi makanan ke dalam beberapa wadah berukuran kecil dan tidak terlalu dalam. Setelah itu, masukkan ke kulkas tanpa menunggu seluruh makanan mencapai suhu ruang.

Cara tersebut membantu makanan mendingin lebih merata dan mengurangi waktu berada pada suhu yang memungkinkan bakteri berkembang.

Baca juga: Ahli gizi bagikan tips menyimpan dan menghangatkan makanan sahur

4. Atur suhu kulkas maksimal 4 derajat celsius

Pastikan suhu bagian pendingin kulkas berada pada angka 4 derajat Celsius atau lebih rendah. Suhu tersebut membantu memperlambat pertumbuhan bakteri pada makanan yang mudah rusak.

Jika kulkas tidak memiliki indikator suhu yang akurat, gunakan termometer khusus peralatan pendingin untuk memeriksanya.

Jangan terlalu sering membuka pintu kulkas dalam waktu lama karena hal tersebut dapat memengaruhi kestabilan suhu di dalamnya.

5. Beri label tanggal penyimpanan

Kebiasaan sederhana yang sering diabaikan adalah memberi label tanggal pada wadah makanan.

Tuliskan tanggal ketika makanan dimasak atau mulai disimpan. Dengan begitu, penghuni rumah dapat mengetahui berapa lama makanan berada di dalam kulkas dan menghindari kebiasaan menyimpan makanan tanpa batas waktu yang jelas.

Jika sudah mendekati batas tiga hingga empat hari, sebaiknya segera dikonsumsi atau dibekukan sebelum melewati masa penyimpanan yang dianjurkan.

6. Pisahkan makanan matang dan mentah

Makanan mentah, terutama daging, ayam, dan ikan, berpotensi membawa mikroorganisme yang dapat mencemari makanan lain.

Karena itu, simpan bahan mentah dalam wadah tertutup dan letakkan terpisah dari makanan matang. Jika memungkinkan, tempatkan bahan mentah di bagian bawah kulkas agar cairannya tidak menetes ke makanan lain.

Langkah ini membantu mencegah kontaminasi silang yang dapat meningkatkan risiko penyakit akibat makanan.

Baca juga: Ini makanan yang sebaiknya tidak disimpan di pintu kulkas

Apakah makanan matang bisa disimpan lebih lama di freezer?

Jika makanan tidak akan dikonsumsi dalam tiga hingga empat hari, freezer dapat menjadi pilihan untuk memperpanjang masa penyimpanan.

Freezer yang bersuhu minus 18 derajat Celsius atau lebih rendah dapat mempertahankan keamanan makanan dalam waktu lama selama makanan tetap beku. Namun, kualitas seperti rasa, tekstur, dan aroma dapat mengalami penurunan seiring waktu.

Sebagai panduan kualitas, makanan matang berbahan daging atau unggas dapat disimpan di freezer sekitar dua hingga enam bulan. Sementara itu, sup dan makanan berkuah umumnya dapat disimpan sekitar dua hingga tiga bulan untuk menjaga kualitasnya.

Ketika hendak dikonsumsi kembali, cairkan makanan dengan cara yang aman, misalnya di dalam kulkas, menggunakan microwave, atau metode air dingin yang sesuai. Hindari mencairkan makanan beku dengan membiarkannya terlalu lama di atas meja dapur.

Bagaimana cara memanaskan kembali makanan dari kulkas?

Makanan yang disimpan di kulkas perlu dipanaskan dengan benar sebelum dikonsumsi, terutama jika makanan tersebut merupakan sisa hidangan sebelumnya.

Panduan keamanan pangan merekomendasikan agar sisa makanan dipanaskan hingga mencapai suhu internal 74 derajat Celsius. Penggunaan termometer makanan dapat membantu memastikan bagian dalam makanan sudah cukup panas.

Jika menggunakan microwave, tutup makanan, aduk atau balik bagian makanan di tengah proses pemanasan, kemudian pastikan panasnya merata. Hal ini penting karena microwave terkadang menghasilkan bagian makanan yang panas dan dingin secara tidak merata.

Untuk makanan berkuah seperti sup, saus, dan kuah kaldu, panaskan hingga mendidih sebelum disajikan.

Baca juga: Ahli gizi bagikan cara menyimpan makanan cegah kerusakan zat gizi

Ciri makanan matang yang sebaiknya tidak dikonsumsi

Makanan yang sudah mengalami pembusukan terkadang menunjukkan perubahan yang dapat diamati. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:

1. Muncul bau asam atau tidak biasa.
2. Terjadi perubahan tekstur, seperti berlendir atau terlalu lembek.
3. Muncul jamur pada permukaan makanan.
4. Terjadi perubahan warna yang tidak wajar.
5. Wadah penyimpanan menggembung atau menunjukkan tanda kerusakan.

Namun, tidak adanya tanda tersebut bukan jaminan makanan masih aman. Bakteri penyebab keracunan makanan dapat berkembang tanpa mengubah tampilan, aroma, maupun rasa makanan.

Karena itu, jangan mencicipi makanan untuk memastikan keamanannya. Jika makanan sudah melewati batas penyimpanan yang dianjurkan atau terlalu lama berada pada suhu ruang, lebih baik membuangnya daripada mengambil risiko kesehatan.

Makanan matang umumnya aman disimpan di kulkas selama tiga hingga empat hari apabila suhu pendingin terjaga maksimal 4 derajat Celsius dan proses penyimpanannya dilakukan dengan benar.

Agar kualitas makanan tetap terjaga, segera simpan sisa hidangan setelah makan, gunakan wadah tertutup, bagi makanan dalam porsi kecil, dan beri label tanggal penyimpanan. Jika tidak akan dikonsumsi dalam waktu dekat, bekukan makanan di freezer.

Kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu mengurangi risiko keracunan makanan sekaligus mencegah makanan terbuang akibat penyimpanan yang kurang tepat, demikian mengutip badan pengawas obat dan makanan AS (FDA) dan sumber-sumber lain.

Baca juga: Pakar bagikan langkah menyimpan nasi yang aman untuk kesehatan

Baca juga: Bolehkah makanan panas langsung masuk kulkas? Ini jawabannya

Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.